Gandeng UMN, Indosat Ajak Ratusan UMKM ‘Melek’ Digital Lewat Program GenSi

Jakarta – Di era serba digital seperti sekarang, punya koneksi internet kencang saja ternyata belum cukup, lho. Kuncinya ada pada bagaimana kita memanfaatkan konektivitas tersebut untuk menghasilkan keuntungan alias cuan.

Nah, sadar akan hal ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) kembali menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) andalan mereka, yakni Generasi Terkoneksi (GenSi).

Digelar pada 23 Desember 2025 lalu di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), acara ini sukses menarik perhatian lebih dari 100 pelaku UMKM. Penasaran apa saja keseruannya? Simak ulasannya di bawah ini!

1. Bukan Sekadar Teori, Fokus pada Praktik Nyata

Lewat tema “Mengubah Konektivitas Menjadi Keuntungan”, Indosat gak mau cuma sekadar menyediakan infrastruktur jaringan. Mereka ingin memastikan masyarakat benar-benar bisa memanfaatkannya.

Program GenSi kali ini dirancang khusus sebagai kolaborasi apik antara sektor swasta dan institusi pendidikan. Tujuannya jelas: membekali UMKM dan generasi muda dengan skill yang relevan, aplikatif, dan sesuai kebutuhan pasar. Jadi, ilmunya bisa langsung dipakai buat mendongkrak penjualan!

2. Belajar Mindset Bisnis bareng Pendiri OK OCE

Sesi pertama dibuka dengan materi yang “daging” banget dari Dr. Indra Cahya Uno, Pendiri OK OCE Indonesia. Beliau menekankan pentingnya membangun mindset UMKM yang modern.

Gak cuma itu, Pak Indra juga mengajak peserta untuk melihat konektivitas bukan sekadar alat komunikasi, tapi sebagai peluang ekonomi. Penguatan komunitas dan ekosistem digital juga jadi poin penting agar UMKM bisa tumbuh bareng-bareng.

3. Tips Marketing Low Budget tapi High Impact

Siapa bilang marketing digital harus mahal? Di sesi kedua, Ridwanul Karim, Chief Marketing Officer (CMO) Ratban, membongkar rahasia strategi pemasaran digital berbiaya rendah.

Peserta diajarkan cara membangun brand personality, teknik storytelling yang menyentuh hati, hingga bikin konten yang relevan sama audiens. Intinya, strategi ini dibuat realistis agar bisa langsung diterapkan oleh UMKM dengan kapasitas yang ada.

4. Langsung Praktik Bikin Konten Visual Kece

Teori sudah, saatnya praktik! Sesi ini yang paling ditunggu-tunggu, dipandu oleh Silva Sandiarini dari Nikon Indonesia.

Di sini, para pelaku UMKM diajari teknik dasar fotografi produk dan videografi, mulai dari komposisi, pencahayaan, sampai framing. Gak cuma dengerin ceramah, peserta langsung praktik bikin konten visual (foto dan video pendek) dan hasilnya langsung di-review. Jadi, pulang dari sini dijamin feed medsos jualan mereka bakal lebih aesthetic dan menarik pembeli.

5. Kolaborasi Konkret Dunia Industri dan Pendidikan

Pihak UMN menyambut positif acara ini. Andy Firmansyah, Community Engagement & Government Relations Manager UMN, menyebut program ini sebagai jembatan penting antara dunia usaha dan pendidikan.

“Program ini memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan UMKM, karena materi yang disampaikan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif. Pendekatan seperti ini penting untuk menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan proses pembelajaran,” ujar Andy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *