Awas! Banjir Rob Ancam Pesisir Banten di Awal Tahun 2026, Cek Lokasinya

Serang – Bagi kamu yang tinggal di kawasan pesisir Banten atau berencana menghabiskan sisa libur tahun baru di pantai, wajib meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob.

Fenomena alam ini diprediksi akan menyapa sejumlah wilayah pesisir Indonesia, termasuk Banten, tepat pada momen pergantian tahun.

Berikut 3 hal penting yang perlu kamu ketahui tentang potensi banjir rob ini, dilansir IDN Times dari peringatan dini BMKG, Selasa (30/12/2025).

1. Fenomena Bulan Purnama Picu Air Laut Naik

BMKG menjelaskan bahwa potensi banjir rob ini bukan tanpa sebab. Hal ini dipicu oleh fenomena astronomi fase Perigee, yaitu kondisi di mana jarak Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi yang akan terjadi pada 2 Januari 2026.

Tak hanya itu, sehari setelahnya atau pada 3 Januari 2026, akan terjadi fase Bulan Purnama (Full Moon). Gabungan kedua fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut secara signifikan, yang bisa menyebabkan genangan di daratan pesisir.

2. Catat Tanggal dan Lokasi Terdampak di Banten

Khusus untuk wilayah Banten, BMKG memprediksi banjir rob berpeluang terjadi pada rentang waktu 1 hingga 7 Januari 2026.

Adapun wilayah yang diprediksi akan terdampak meliputi:

  • Perairan Utara Tangerang
  • Perairan Utara Serang
  • Selat Sunda bagian Barat dan Selatan (wilayah Pandeglang)
  • Perairan Selatan Lebak

Jika rumahmu atau destinasi wisatamu berada di area tersebut, pastikan untuk selalu memantau kondisi air laut.

3. Ganggu Aktivitas Warga dan Pelabuhan

Banjir rob ini diprediksi tidak hanya sekadar genangan air lewat. BMKG memperingatkan bahwa kondisi ini bisa mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir.

Mulai dari kegiatan bongkar muat logistik di pelabuhan, aktivitas di pemukiman warga pesisir, hingga usaha tambak garam dan perikanan darat bisa terganggu. Masyarakat diimbau untuk melakukan antisipasi dini guna meminimalisir kerugian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *