Lebak – Kesabaran warga Kampung Pasar Buntu, Desa Pamidangan, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, akhirnya habis. Ratusan warga tumpah ruah ke jalan pada Minggu (29/12/2025).
Bukan untuk merayakan pesta rakyat, mereka melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan desa yang rusak parah. Aksi ini menjadi simbol matinya akses infrastruktur yang selama ini diabaikan oleh pemerintah setempat.
Berikut fakta-fakta di balik aksi protes warga Wanasalam yang dirangkum IDN Times.
1. “Kami Cukup Sabar Menunggu Janji”
Salah satu warga, Juli, meluapkan kekecewaannya di sela-sela aksi. Menurutnya, warga sudah terlalu lama menahan diri dan bersabar menunggu janji-janji perbaikan jalan yang sering diucapkan pemerintah, namun tak kunjung terealisasi.
Kerusakan jalan ini dinilai sangat merugikan, tidak hanya menghambat mobilitas sehari-hari, tetapi juga mematikan perputaran ekonomi warga dan menyulitkan akses pendidikan bagi anak-anak sekolah.
“Kami cukup sabar dengan menunggu janji-janji pemerintah yang gak pernah peduli di lingkungan kami. Kami minta jalan dibangun, gimana mau melancarkan perekonomian dan pendidikan anak-anak kami kalau kondisinya begini?” ujar Juli dengan nada tinggi.
2. Aktivis Sentil Pemerintah: Jangan Cuma Monitor di Udara
Di lokasi yang sama, aktivis Lebak, Siti Nurjanah, turut memberikan kritik pedas kepada pemerintah daerah. Ia menilai pemerintah kurang peka dan lamban dalam mengevaluasi pembangunan di tingkat bawah.
Siti menekankan bahwa pembangunan seharusnya merata dan tepat sasaran. Ia meminta para pejabat untuk rajin turun ke lapangan (turba) memastikan kondisi riil masyarakat, bukan hanya menerima laporan dari balik meja.
“Pemerintah sebaiknya cepat evaluasi ke bawah agar pembangunan merata. Selain harus merata juga tepat sasaran, jangan hanya monitor di udara tanpa ada cek dan cek ke bawah,” tegas Siti.
3. Masyarakat Butuh Bukti Nyata
Menutup pernyataannya, Siti Nurjanah menegaskan bahwa yang dibutuhkan warga saat ini adalah realisasi pembangunan fisik, bukan sekadar wacana politik atau janji manis semata.
“Masyarakat butuh bukti, bukan janji,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pohon-pohon pisang masih berdiri tegak di tengah jalan sebagai “monumen” protes warga Pasar Buntu terhadap lambannya respons pemerintah.