Lebak – Buat kamu yang lagi cari destinasi healing anti-ribet dari Jakarta, pesona Suku Baduy di Desa Ciboleger, Kabupaten Lebak, Banten, bisa jadi pilihan utama.
Kabar baiknya, akses menuju ke sana kini makin gampang, lho! Dengan adanya tol Rangkasbitung, perjalanan dari Jakarta kini bisa ditempuh hanya dalam waktu hampir 3 jam saja. Kondisi jalannya pun mayoritas sudah mulus, meski kamu tetap perlu waspada di beberapa titik jalan rusak sekitar area proyek penggalian pasir.
Sesampainya di Tugu Selamat Datang Desa Ciboleger, kamu gak perlu pusing soal parkir. Lahannya luas banget! Kalau parkiran utama penuh, warga setempat juga menyediakan lahan parkir tambahan yang aman buat kendaraan pribadi kamu.
Nah, buat kamu yang hobi fotografi atau sekadar ingin bikin konten estetik di Baduy, Muhammad Bagus Khoirunas, seorang fotografer asal Rangkasbitung, punya tips jitu nih. Bagus yang sudah menjelajahi Baduy sejak 2012 membagikan rahasianya agar hasil fotomu makin ciamik.
Simak tips lengkapnya berikut ini, ya!
1. Siapkan fisik yang prima, hitung-hitung olahraga!
Namanya juga wisata alam, kamu harus siap berjalan kaki menaiki dan menuruni bukit dengan kontur jalan berbatu.
“Persiapkan fisik, teman-teman harus berjalan menaiki dan menuruni bukit. Tapi tidak perlu khawatir, karena pemandangannya indah, rasa capek kita juga akan tergantikan,” ujar Bagus. Jadi, anggap saja sekalian cardio sambil cuci mata!
2. Wajib pakai sepatu trekking dan bawa jas hujan
Jangan salah kostum, guys! Kondisi jalan setapak di Baduy terdiri dari tanah dan bebatuan yang bisa jadi sangat licin, apalagi kalau hujan turun.
Bagus menyarankan penggunaan sepatu khusus trekking demi keselamatan. Jangan lupa selipkan jas hujan di tas kamu. Konsentrasi tinggi saat melangkah itu wajib hukumnya biar gak terpeleset.
3. Bawa gear secukupnya, kuncinya ada di ‘interaksi’
Mau motret kehidupan warga Baduy yang natural? Kuncinya bukan di kamera mahal yang super ribet, tapi kemampuan kamu membaur.
“Untuk memotret kehidupan keseharian masyarakat suku Baduy sebetulnya kita harus bisa membaur. Dengan berbekal rasa kekeluargaan, kita bisa mengabadikan momen yang natural,” jelas Bagus.
Ia sendiri mengaku cukup menggunakan kamera Nikon D300 dengan lensa standar 18-55mm. Menurutnya, peralatan yang berlebihan justru sebaiknya dihindari agar warga merasa nyaman dan tidak terintimidasi.
4. Perbanyak riset referensi visual
Sebelum berangkat, ada baiknya kamu riset dulu gaya foto atau angle menarik tentang Baduy. Semakin banyak referensi, semakin matang konsep foto yang akan kamu ambil.
Bicara soal referensi, karya-karya dari Pewarta Foto Tangerang bisa jadi inspirasi. Mereka pernah menggelar pameran bertajuk “Eksplorasi Budaya Baduy dan Peranakan Banten” yang dibuka oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar pada Juni 2022 lalu.
Pameran tersebut menampilkan 30 foto terpilih hasil kurasi ketat dari 300 karya fotografer se-Indonesia. Melihat karya fotografer lain bisa memicu ide kreatif kamu saat terjun langsung ke lokasi.
Jadi, kapan nih mau gas ke Baduy? Siapkan fisik dan kameramu, ya!