Banjir Kembali Terjang Padarincang Serang: 308 Rumah Terendam, 1 Warga Meninggal Dunia

Serang – Kabar duka kembali datang dari wilayah Padarincang, Kabupaten Serang. Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (28/12) malam membuat Kali Cikalumpang kembali meluap.

Akibatnya, ratusan rumah warga di dua desa harus kembali merasakan genangan air. Banjir yang terjadi di penghujung tahun ini tidak hanya merendam harta benda, tetapi juga menelan korban jiwa.

Berikut rangkuman fakta terkini mengenai banjir di Padarincang yang dihimpun dari laporan BPBD Kabupaten Serang.

1. Hujan deras bikin Kali Cikalumpang meluap hingga ke permukiman

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi pemicu utama meluapnya Kali Cikalumpang.

Air sungai dilaporkan mulai masuk dan merendam rumah warga sekitar pukul 20.00 WIB. Banjir kali ini menyasar dua desa utama, yaitu Desa Citasuk dan Desa Kalumpang.

“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan aliran Kali Cikalumpang kembali meluap dan masuk ke permukiman,” ungkap Ajat di Serang, Senin.

2. Satu lansia meninggal dunia dan ribuan jiwa terdampak

Dampak banjir kali ini terbilang cukup parah. Berdasarkan data BPBD, tercatat ada 308 rumah yang terendam banjir. Wilayah terparah berada di Kampung Sukamaju dan Kampung Begog (Desa Citasuk), serta Kampung Bayur dan Rancasumur (Desa Kalumpang).

Total ada 350 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.200 jiwa yang terdampak musibah rutin tahunan ini.

Kabar menyedihkan, musibah ini memakan satu korban jiwa. Seorang warga bernama Marto (60), asal Kampung Begog, Desa Citasuk, dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, enam orang warga terpaksa mengungsi ke gedung SD Sukamaju karena rumah mereka belum bisa ditempati. Fasilitas umum seperti Madrasah Diniyah Mathla’ul Anwar juga tak luput dari genangan air.

3. Air mulai surut, tapi petugas tetap siaga banjir susulan

Hingga Senin pagi, kondisi Tinggi Muka Air (TMA) di lokasi sudah menunjukkan tren penurunan, berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter. Meski air berangsur surut, sebagian besar warga memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing demi menjaga barang berharga mereka.

Tim gabungan dari BPBD, Polsek, Koramil, dan PMI Kabupaten Serang saat ini masih bersiaga penuh di lokasi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya kiriman air susulan, mengingat cuaca di wilayah Padarincang masih terpantau berawan.

Perlu diketahui, wilayah Kecamatan Padarincang sebelumnya juga baru saja dilanda banjir pada 17 Desember 2025 lalu. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *