Banten – Kabar baru datang dari dunia kepemudaan di Tanah Jawara. Yudi Budi Wibowo resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Banten untuk periode 2025–2030.
Keputusan ini disahkan dalam Temu Karya Karang Taruna (TKKT) Provinsi Banten VI 2025 yang digelar di sebuah hotel di Kota Serang, Sabtu. Yudi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Banten ini sukses mendapatkan “lampu hijau” penuh dari seluruh pengurus Karang Taruna kabupaten dan kota se-Provinsi Banten.
Berikut adalah rangkuman momen terpilihnya Yudi Budi Wibowo dan fakta-fakta menarik di balik acara tersebut.
1. Jadi calon tunggal, Yudi terpilih tanpa lawan
Proses pemilihan Yudi berjalan mulus tanpa hambatan. Pimpinan sidang TKKT Banten V, Dadan Suryana, menetapkan Yudi sebagai ketua terpilih setelah laporan dari panitia pengarah (steering committee) menyatakan bahwa Yudi adalah satu-satunya pendaftar atau calon tunggal.
Ketua Panitia Pengarah, Gatot Yan, menjelaskan bahwa masa pendaftaran sudah dibuka sesuai jadwal, dan setelah verifikasi administrasi, politisi dari Partai Gerindra ini dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan sebagai calon ketua yang sah. Karena tidak ada pesaing, forum tertinggi organisasi ini pun sepakat memilihnya secara aklamasi.
2. Janji sinergi dan fokus pada kewirausahaan sosial
Setelah resmi terpilih, Yudi langsung tancap gas menyampaikan visinya. Ia menegaskan bahwa Karang Taruna Banten harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah (Pemprov Banten) untuk menjawab berbagai persoalan sosial.
“Karang Taruna harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjawab persoalan sosial, kepemudaan, dan pemberdayaan masyarakat. Ke depan, kami akan memperkuat sinergi dengan Pemprov Banten,” ujar Yudi.
Gak cuma itu, Yudi juga menekankan pentingnya pengelolaan organisasi secara profesional. Fokus programnya ke depan mencakup:
- Penguatan kapasitas pemuda.
- Kewirausahaan sosial (social entrepreneurship).
- Peningkatan kepedulian terhadap kelompok masyarakat rentan.
“Kami ingin Karang Taruna hadir dengan program nyata dan berdampak langsung,” tambahnya.
3. Momen haru Andika Hazrumy setelah 15 tahun mengabdi
Suasana emosional sempat mewarnai acara pembukaan saat Ketua Karang Taruna Provinsi Banten sebelumnya, Andika Hazrumy, memberikan sambutan perpisahan.
Andika bercerita bahwa hampir separuh hidupnya dihabiskan bersama Karang Taruna. Ia mulai aktif sejak usia remaja di tahun 2008, lalu memimpin Karang Taruna Banten selama dua periode sejak 2010. Total, 15 tahun ia mendedikasikan diri di sana.
Selama kepemimpinannya, banyak prestasi yang ditorehkan, mulai dari pemberdayaan UMKM hingga bantuan sosial. Kini, Andika merasa sudah saatnya tongkat estafet diserahkan kepada generasi penerus.
“Saya optimistis Karang Taruna Banten di bawah kepemimpinan Yudi akan semakin maju dan mampu menjalankan perannya sebagai organisasi sosial kepemudaan secara lebih optimal,” ungkap Andika memberikan dukungan penuh.
4. Dihadiri sederet tokoh penting Banten
Acara Temu Karya ini bukan kaleng-kaleng, lho. Pembukaannya dihadiri langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni.
Selain itu, turut hadir pula Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim, serta jajaran Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) yang hadir mewakili Ketua Umum PNKT, Budi Satrio Djiwandono. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan betapa strategisnya peran Karang Taruna dalam pembangunan di Banten.